viglink

Facebook like


Logo

Image by FlamingText.com

Enable clik

Info masuk



Listen My Radio at Facebook or Here

Background

Tweet Terbang

online

wibiya widget

Change colour

Silahkan Pilih Warna Background

Follow


Tulisan Ketik

Terima Kasih Dah Berkunjung di http://www.boynordin.blogspot.comSilahkan Anda Bagi Komen Ya...

Radio Boy Nordin Streaming



Listen My Radio at Facebook or Here




















Tuesday, June 26, 2012

Pemain-pemain Bola sepak Yang Mati Bunuh Diri

Robert Enke



ADA pelajaran penting di balik kematian penjaga gol Jerman, Robert Enke, beberapa waktu lalu. Populariti ternyata tak menjamin kebahagiaan. Pelbagai persoalan hidup terus saja menghajarnya. Karena tak kuat menanggung beban, dia memilih bunuh diri.
Enke bukan satu-satunya tokoh dari kalangan sepak bola yang kehilangan nyawa dengan tragis.

Justin Fashanu



Pada 1998, Justin Fashanu tewas gantung dri. Mantan pemain Manchester City era 1990-an itu nekad melakukannya kerana dia tidak kuat dengan anggapan negatif terhadapnya.
Sebelum tewas, Fashanu dituduh mencabuli anak berumur 17 tahun. Itu dilakukannya usai minum minuman keras di apartemennnya. Tuduhan itu makin kuat ketika banyak muncul pemberitaan soal Fashanu yang bergabung di komuniti homoseksual.

Sergio Lopez segu



Sergio Lopez segu mati secara tragis. Pada 4 November 2006, dia menabrakkan diri ke sebuah kereta api yang berjalan cepat. Nyawanya melayang seketika. Dia tewas di umur 39 tahun.
Mantan gelandang Barcelona era 1990-an tersebut nekad melakukannya kerana tak kuat menahan cobaan hidupnya. Pemain yang berjaya membawa Barcelona menjuarai Piala Winners 1989 itu memang bersara awal kerana kecederaan lutut. Ini membuatnya depresi berat. Ditambah lagi pernikahannya gagal.

Paul Vaessen



Ogos 2001, bola sepak Inggeris dihebohkan dengan tewasnya Paul Vaessen, Pemain Arsenal itu bunuh diri di tab mandi dengan cara mengambil heroin hingga over dos. Sebelumnya dia sempat ditangani oleh psikiatris, tapi gagal.
Perjalanan Kaier pencetak gol kemenangan Arsenal ke gawang Juventus pada separuh akhir Piala Winners 1980 itu memang menyedihkan. Di musim pertamanya, dia memesona. Namun, di musim-musim berikutnya dia terdedah cedera.

Asgotino Di Bartolomei



Kematian legenda AS Roma, Agostino di Bartolomei, juga menyedihkan. Pada 30 Mei 1994, dia menembak dirinya betul-betul di tengah-tengah. Diduga, Bartolomei bunuh diri kerana kemelesetan.
Dugaan penyebab kemurungan bermacam-macam. Dianggarkan dia tak kuat dengan bebam ekonomi yang mengimpit. Ada juga yang menduga dia tidak siap ketika bersara dari bola sepak.
Kehidupannya berakhir mengenaskan. Selama aktif sebagai pemain, sepak terajang Bartolomei memang meyakinkan. Dia punya impak yang besar membawa Rom merebut scudetto pada 1983. Tapi, setelah itu kariernya meredup dan sederet masalah peribadi terus-terusan mengganggunya.

Sandor Kocsis



Sandor Kocsis adalah striker hebat Barcelona di kurun waktu 1958-1965. Pada 22 Julai 1979, saat berumur 49 tahun, dia meninggal dunia. Sampai saat ini, ramai yang percaya dia tewas kerana bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari tingkat empat di sebuah rumah sakit. Namun, ada juga yang memberitakan murni kemalangan.
Menjelang akhir hayatnya, kesihatan Kocsis memang menurun secara drastik. Striker yang punya gelaran Golden Head ini menderita kanser perut dab leukimia. Diduga, kerana sukar menyembuhkan dua penyakit itu, Kocsis stres lalu bunuh diri.

Juan Gamper



Juan Gamper adalah pelakon penting di balik lahirnya Barcelona. Lelaki kelahiran Swiss ini juga presiden pertama kelab dari Sepanyol tersebut. Selama menjadi presiden, Barcelona dibawanya meraih beberapa gelaran, di antaranya 11 Championnat de Catalunya dan enam Copa del Rey.
Gamper sangat menyokong nasionalisme Catalan. Akibatnya, lelaki yang juga pengasas kelab asal Switzerland, FC Zurich ini pun diusir keuar dari Sepanyol. Karena tak kuat dengan perlakuan tersebut, Gamper bunuh diri.

Matthias Sindelar



Matthias Sindelar adalah salah satu pemain besar yang pernah dilahirkan Austria di era 1930-an. Tapi perjalanan hidupnya tragis. Kematiannya masih kontroversial. Ada yang bilang bunuh diri, namun ada juga yang menyebut dibunuh secara "halus".

Pada 23 Januari 1939, Matthias Sindelar bersama pacarnya, Camilla Castagnola ditemui mati di sebuah pangsapuri di Vienna, Austria. Kematiannya diduga akibat keracunan karbon monoksida dari pemanas yang bocor. Dugaan lain, rejim Nazi terlibat kerana saat itu Sindelar menolak untuk bermain mewakili Jerman.

DBS