viglink

Facebook like


Logo

Image by FlamingText.com

Enable clik

Info masuk



Listen My Radio at Facebook or Here

Background

Tweet Terbang

online

wibiya widget

Change colour

Silahkan Pilih Warna Background

Follow


Tulisan Ketik

Terima Kasih Dah Berkunjung di http://www.boynordin.blogspot.comSilahkan Anda Bagi Komen Ya...

Radio Boy Nordin Streaming



Listen My Radio at Facebook or Here




















Friday, September 28, 2012

Desa Terunik Yang Ada di Dunia

1. Desa Dengan 100 Kembar Identik

Tak hairan jika guru di sekolah itu mendapat tugas tambahan untuk menghafal muridnya satu per satu. Kedua puluh pasang anak kembar itu berjenis kelamin sama dan merupakan kembar. Para guru kerap salah apabila menyapa nama mereka. Selain itu setiap pasang anak kembar hanya dibezakan dengan belahan rambut.

Salah satu pasangan kembar mengatakan, tanda lahir di leher merupakan salah satu pembeza mereka. Selebihnya mereka hampir sama. Warga Desa Kodinji yang majoriti muslim juga mengatakan, keberadaan anak kembar di kampung itu bukan hal yang aneh. Mereka menganggapnya sebagai hal istimewa yang dianugerahkan Sang Pencipta.

Kebanyakan anak kembar juga lahir di rumah sakit yang sama. Menurut gynaecologist rumah sakit tempatan, selama 10 tahun ia bekerja tercatat ada 100 hingga 150 kembar. Lima atau enam di antaranya kembar tiga. Kenyataan itu melahirkan misteri yang mengundang untuk diteliti lebih lanjut.

2. Desa Unik yang Mempunyai Penduduk Hanya Satu Orang

Adalah seorang lelaki bernama Don Sammons (60th) yang sudah terbiasa tinggal sendirian. Di rumah? Tidak! Dia tinggal di dalam sebuah desa aneh yang hanya berpenduduk 1 orang, iaitu dirinya. Sendirian!

Desa Buford terletak di Wyoming, Colorado, daerah perbukitan dengan suhu rendah terlebih di musim sejuk. Desa ini telah ditinggalkan oleh seluruh penghuninya yang memilih untuk tinggal di tempat lain untuk mencari penghidupan yang lebih baik kerana merasa wilayah ini tidak akan dapat berkembang. Namun tidak demikian dengan Kakek Sammons yang kekeh untuk tetap tinggal di sana walaupun seorang diri.

Sammons meninggalkan Los Angeles taun 1980 bersama isteri dan anaknya dan memilih menetap di Buford yang ketika itu masih dihuni oleh sekitar 2000 orang pekerja rel kereta api. Ketika isterinya meninggal 15 tahun lalu, anaknya yang kini berusia 26 tahun pun memilih untuk pindah ke kota Colorado.

Sammons mengelola sendiri sebuah stesen minyak kecil dan sebuah kedai untuk melayani mereka yang singgah dalam perjalanan lintas negara. "Dalam sehari kedai saya boleh dikunjungi 1000 orang di musim panas, namun menurun hingga 100 orang saja di musim dingin," kata Sammons yang mendakwa dirinya sebagai raja di Buford.


3. Desa Dengan Penduduk Keterbelakangan Mental

Sebanyak 445 warga di tiga desa iaitu Desa Patihan, Pandak, dan Sidoharjo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengalami keterbelakangan mental atau idiot. Keadaan ini dipercayai sudah berlaku sejak 1970-an. Saat itu terjadi kemarau berkepenjangan di lereng bukit Rajekwesi yang menjadi awal malapetaka kemiskinan. Tiga desa tersebut bersebelahan hanya dipisahkan oleh gugusan bukit Rajekwesi. Desa Sidoharjo berada di lereng sebelah utara, Desa Karang Patihan di lereng timur, sementara Desa Pandak berada di tenggara. Namun jarak antara desa mencapai puluhan kilometer dipisahkan hutan dan bukit-bukau kapur.

Kepala Desa Karang Patihan Daud Cahyono menuturkan, sejak kemarau menerjang, keadaan kampung di sekitar bukit-bukau menjadi tandus dan berkapur. Tak sedikit warga yang kekurangan gizi, kekurangan iodium, sehingga menyebabkan kebodohan.
Kepala Seksi Gizi Jabatan Kesihatan Negeri Ponorogo Iman Sukmanto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, salah satu penyebab kemunduran mental ratusan warga adalah kekurangan iodium yang banyak terdapat pada garam atau kicap. Untuk mengelakkan agar kes idiot tidak berlanjutan, Pemkab dan Dinkes Ponorogo terus melakukan sosialisasi perbaikan gizi kepada masyarakat, termasuk pembahagian garam iodium percuma kepada seluruh warga.

Diharapkan generasi baru di kawasan tersebut tidak lagi mengidap keterbelakangan mental.
Pengidap idiot parah yang sudah berusia lanjut dan tidak boleh melakukan aktiviti sama sekali, Pemkab merancang memberikan santunan berkala sampai pesakit habis.


4. Desa Ketam

Sebuah perkampungan yang warganya mengalami kelainan fizikal ditemui di Dusun Ulutaue, Desa Mario, Kecamatan Mare, Bone, Sulawesi Selatan. Di sana, puluhan penduduknya menderita kelainan di jari kaki dan tangan. Mulai dari lanjut usia hingga bawah lima tahun, jari-jari mereka terbelah menjadi dua hingga mirip capit ketam.

Di Dusun Ulutaue, baik kanak-kanak mahupun dewasa mempunyai jari terbelah dua dan kadang-kadang hanya mempunyai tiga ruas jari. Alhasil, jika dibolehkan, jari mereka mirip dengan ketam. Fenomena tersebut mereka anggap sebagai kutukan bagi mereka yang berasal dari garis keturunan yang sama.

Walaupun demikian, mereka tak pernah malu dengan warga kampung lain. Bahkan hal ini sudah menjadi perkara biasa seperti takdir mereka. Boleh jadi, keanehan tersebut terjadi lantaran pengambilan nutrisi yang kurang sejak usia dalam kandungan. Maklum, pekerjaan mereka sehari-hari hanyalan nelayan. Ironisnya, hingga sekarang belum satu pun pasukan perubatan atau kerajaan setempat meneliti bahkan mengubati para penduduk di kampung itu.

Akibat keanehan pada jari-jari mereka, sebahagian warga kampung lain ada yang merasa jijik bergaul dengan mereka. Tak hanya itu, perkampungan mereka pun diberi sebutan 'Kampung Manusia Ketam' oleh warga tempatan.


5. Desa Berpenduduk Poligami

Dalam undang-undang Amerika, berpoligami adalah kejahatan. Tetapi bagi 1200 warga Centennial Park-kampung kecil di Colorado Arizona-berpoligami menjadi impian. Bahkan para gadis justeru ingin berkongsi suami apabila berkahwin kelak. Mungkin ada yang bersikap sederhana di tengah kontroversi soal poligami, bahawa orang berpoligami merupakan pilihan dan kesepakatan. Bahkan di AS yang menegaskan bahawa poligami adalah kejahatan, amalan rumah tangga dengan dua atau beberapa cinta ternyata tetap ada. Sekitar 1200 penduduk Centennial Park, kampung kecil di dekat Colorado, menunjukkan bahawa mereka berpoligami juga dengan alasan sendiri. Berbeza dengan majoriti warga AS, mereka menyebut komunitinya All-American Families (Keluarga Amerika Seluruhnya), dalam erti sebenarnya.

Seperti Ariel Hammon, 32, yang berkahwin dengan Helen, 30, yang memberinya tujuh orang anak, kemudian menikahi Lisa, 20, yang memberinya dua anak. Bagi Ariel dan dua isterinya berpoligami bererti menambah tenaga kerja untuk membina rumah-rumah baru. "Warga di Centennial Park pernah membangun rumah baru di dekat rumah induk hanya dalam masa dua hari. Itu kerana banyak anak, banyak sukarelawan, "kata Ariel kepada abcnews. Cemburu kerana cinta berkongsi? "Kami tidak pernah memikirkannya, justeru ini yang saya impikan sejak dahulu," kata Helen, yang bekas pelajar Ariel seperti Lisa. "Saya tidak masalah Ariel sudah berkahwin, itu saya anggap bonus," tambah Lisa.

Beberapa penduduk yang ditanya soal seks, mengaku risih. Menurut mereka, para remaja tetap menjaga keperawanan dan dilarang berciuman sebelum berkahwin. Dan di tengah tergerusnya moral akibat merebaknya seks bebas di AS, Centennial Park cenderung tertutup dan curiga dengan orang asing. "Kerana agama melarang (seks sebelum berkahwin)," kata seorang penduduk.

Seorang remaja putri, Michelle misalnya berharap suatu hari keperawanan akan memberinya orang yang tepat. "Tak masalah sama ada calon suami saya punya enam atau tujuh isteri. Laki-laki bukan milik kami, kami juga tidak boleh menguasainya. Sebanyak apa pun isteri yang diinginkannya, tak masalah selama itu kehendak Tuhan, "kata Michelle.

Ariel juga menilai program Big Love di televise HBO yang menggambarkan intrik, kecemburuan dan saling menjatuhkan antara para isteri, bukannya kenyataan sebenarnya. Ariel menilai yang terpenting adalah menjaga keutuhan rumah tangga dan mengasuh anak-anak sehingga seks bukan keutamaan. "Untuk seks, harus mencuri waktu kerana banyak anak di rumah. Tetapi seks adalah ekspresi cinta, banyak cinta di tempat ini, "kata Ariel.


6. Desa Yang Penduduknya Hidup Tanpa Air Bersih

Lebih daripada 40 tahun warga pedukuhan Wangon, Desa Kubangsari, Kecamatan ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hidup tanpa air bersih. Mereka merasa hidup tak layak di negera merdeka. Desa yang berpenduduk lebih dari 2.255 jiwa ini hidup tanpa air bersih.

Air bersih bagaikan barang langka yang sukar didapati. Sementara pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap kesulitan warganya itu.

Konon katanya, kampung ini kena kutukan kerana ada seorang nenek nenek yang meminta air minum kepada warga desa tapi ga ada yang ngasih.

Kerajaan ingin segera membina sumur bor untuk mendapatkan air bersih, sayangnya hasilnya pun sia-sia.